• Home
  • News
    • Entertainment
    • INFOTAINMENT
  • Health
    • FOOD
    • KESEHATAN
    • Penyakit
  • Sains
    • Tekhno
    • Sains
    • AUTO
  • Umum
    • UMUM
    • POLITIK
    • INTERNASIONAL
    • TIPS TRIK
    • OLAHRAGA
    • Hukum & Kriminal
  • Info
    • OPINI
    • Kontak Kami
puaz.net
  • Home
  • News
    • Entertainment
    • INFOTAINMENT
  • Health
    • FOOD
    • KESEHATAN
    • Penyakit
  • Sains
    • Tekhno
    • Sains
    • AUTO
  • Umum
    • UMUM
    • POLITIK
    • INTERNASIONAL
    • TIPS TRIK
    • OLAHRAGA
    • Hukum & Kriminal
  • Info
    • OPINI
    • Kontak Kami
  • RSS

POLITIK

Wah ternyata demo save polri (Komjen Budi Gunawan) Bayaran toh

Wah ternyata demo save polri (Komjen Budi Gunawan) Bayaran toh
admin
23/10/2014

Polemik patut atau tidaknya Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), masih terus digulirkan.
Silang sengkarut pelatikan tersebut, disebabkan jenderal bintang tiga tersebut kekinian menjadi tersangka dalam kasus penerimaan gratifikasi.
Selain polemik di media massa, kubu yang menolak maupun pendukung Komjen Budi menjadi Kapolri juga unjuk kekuatan melalui cara mengerahkan rakyat dalam aksi demonstrasi.
Namun, si jelata tampaknya tak mengerti atau bahkan tidak mau peduli atas polemik yang berlangsung di tingkat elite tersebut.
Setidaknya, ini dibuktikan dengan banyaknya peserta aksi demonstrasi pendukung Komjen Budi sebagai Kapolri yang merupakan massa bayaran.
Adanya massa bayaran dalam demonstrasi pendukung jenderal tersebut, tampak jelas dalam video yang diunggah oleh akun Jakartanikus di laman berbagi Youtube.
Dalam video berjudul “Demo Bayaran?” itu, seseorang mewawancarai sejumlah perempuan yang ikut dalam demonstrasi di Instana Merdeka, Jakarta Pusat, mendesak Presiden Joko Widodo segera melantik “BG” jadi Kapolri.
“Ibu dapat uang berapa ikut demo ini?” tanya si pewawancara. “Dapet 30 (Rp 30 ribu) bang,” tutur seorang perempuan berlogat Betawi.



“Rencananya, apa yang mau dilakukan di sini bu,” tanya si pewawancara lagi. “Mendukung Jokowi lantik jadi polri, ude gitu aje,” jawabnya.
“Kenapa harus didukung bu?” cecar si jurnalis. “Kagak tau juga saye, gak pernah nonton tv, tau-tau begini, ya ikut aje diajak Ibu Elisabeth. Dapet ‘duit cape’ juga Rp 30 ribu,” jelasnya.
“Jadi, ini (demonstrasi) tentang apa sih bu?” tutur si pewawancara penasaran. “Sumpah deh kagak tau, saya taunya digusur-gusur aje,” tandasnya.
Setelahnya, sang pewawancara berusaha meminta keterangan dari sejumlah gadis berpakaian seksi yang juga ikut berdemonstrasi.
“Mbak, ngomong dong sedikit, ini aksi apaan?” Namun, si gadis tampak menjawab sekenanya. “Ada fee gak nih bang kalau ngomong,” sembari tertawa.

Facebook Comments
Postingan Dilihat: 1,024
Related Itemsbudi gunawandemodemo bayarandemo budi gunawansave polri
Click to add a comment

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POLITIK
23/10/2014
admin

Related Itemsbudi gunawandemodemo bayarandemo budi gunawansave polri

More in POLITIK

Vaksin pada anak berbahaya! rusak sistem reproduksi, bisa menjadikan anak anda mandul?

Nindia Putri07/02/2022
Read More

Presiden tunduk dan mengikuti menteri untuk tidak grasa grusu, dan pembebasan terpidana terorisme dibatalkan

Nindia Putri24/01/2019
Read More

menurut Jokowi, jangan takut teroris masuk karena bebas visa, karena terorisnya dari kita

Nindia Putri04/10/2017
Read More

Presiden: Daya beli masyarakat turun, hanya isu politik untuk kepentingan 2019

Nindia Putri04/10/2017
Read More

Setelah klaim kehebatan menangkan saham freeport 51%,Justru Bocor surat penolakan freeport

Nindia Putri03/10/2017
Read More

Inilah hasil visum para jendral korban tragedi PKI 1965 di Lubang buaya

Nindia Putri23/09/2017
Read More

VIDEO: terkait insiden lubang buaya, Anak gembong PKI Aidit ketahuan bicara bohong di publik

Nindia Putri23/09/2017
Read More

TNI : ancaman PKI nyata, sedang Polisi: Ancaman PKI isapan jempol, Percaya Mana TNI atau Polisi?

Nindia Putri23/09/2017
Read More

Karena Politis dan Anti islam, dengan alasan Radikalisme, Menkominfo akan menutup Facebook dan Youtube

Nindia Putri15/07/2017
Read More
Scroll for more
Tap
puaz.net
Puaz Online News
Adalah portal berita independent yang transaparan
Siapa saja boleh menulis artikel di portal ini
sebagai opini ataupun publikasi berita
cukup hubungi admin@ puaz.net
Untuk menjadi penulis di Puaz.net
Anda juga bisa beriklan dalam tulisan anda

pasang iklan

Alamat Redaksi :
Jl garuda , Tamantirto Kasihan
Bantul - Yogyakarta - Indonesia

Untuk pemasangan iklan mulai Rp. 100.000/bulan
Kontak order @puaz.net

Copyright © 2017 Puaz.net | Portal Berita Online

Terbakar lagi, Naik Bus Trans Jakarta laksana Jihad! . Bus TransJ didatangkan saat kepemimpinan Jokowi-Ahok
Hukuman mati, melanggar HAM (hak hidup) dan membahayakan warga Indonesia yang di Negara Terkait