Polemik patut atau tidaknya Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), masih terus digulirkan.
Silang sengkarut pelatikan tersebut, disebabkan jenderal bintang tiga tersebut kekinian menjadi tersangka dalam kasus penerimaan gratifikasi.
Selain polemik di media massa, kubu yang menolak maupun pendukung Komjen Budi menjadi Kapolri juga unjuk kekuatan melalui cara mengerahkan rakyat dalam aksi demonstrasi.
Namun, si jelata tampaknya tak mengerti atau bahkan tidak mau peduli atas polemik yang berlangsung di tingkat elite tersebut.
Setidaknya, ini dibuktikan dengan banyaknya peserta aksi demonstrasi pendukung Komjen Budi sebagai Kapolri yang merupakan massa bayaran.
Adanya massa bayaran dalam demonstrasi pendukung jenderal tersebut, tampak jelas dalam video yang diunggah oleh akun Jakartanikus di laman berbagi Youtube.
Dalam video berjudul “Demo Bayaran?” itu, seseorang mewawancarai sejumlah perempuan yang ikut dalam demonstrasi di Instana Merdeka, Jakarta Pusat, mendesak Presiden Joko Widodo segera melantik “BG” jadi Kapolri.
“Ibu dapat uang berapa ikut demo ini?” tanya si pewawancara. “Dapet 30 (Rp 30 ribu) bang,” tutur seorang perempuan berlogat Betawi.
“Rencananya, apa yang mau dilakukan di sini bu,” tanya si pewawancara lagi. “Mendukung Jokowi lantik jadi polri, ude gitu aje,” jawabnya.
“Kenapa harus didukung bu?” cecar si jurnalis. “Kagak tau juga saye, gak pernah nonton tv, tau-tau begini, ya ikut aje diajak Ibu Elisabeth. Dapet ‘duit cape’ juga Rp 30 ribu,” jelasnya.
“Jadi, ini (demonstrasi) tentang apa sih bu?” tutur si pewawancara penasaran. “Sumpah deh kagak tau, saya taunya digusur-gusur aje,” tandasnya.
Setelahnya, sang pewawancara berusaha meminta keterangan dari sejumlah gadis berpakaian seksi yang juga ikut berdemonstrasi.
“Mbak, ngomong dong sedikit, ini aksi apaan?” Namun, si gadis tampak menjawab sekenanya. “Ada fee gak nih bang kalau ngomong,” sembari tertawa.
POLITIK
Wah ternyata demo save polri (Komjen Budi Gunawan) Bayaran toh
Facebook Comments
Leave a Reply
POLITIK

RSS